013 (Blooding Floor) Part 2 by Juliah Utami

juliah utami pintu“Mengapa kamar itu kosong?” kataku dalam hati, padahal aku yakin sekali tadi melihat orang memakai sekelebat kain putih seperti akan shalat. Aku hanya dapat terdiam dibalik pintu memikirkan apa sebenarnya yang aku lihat tadi. Tanganku memerah, tak sengaja terkena air panas. Aku terduduk lemas hingga mangkuk mie yang aku pegang terlepas begitu saja kelantai, untung isinya tidak jatuh, tanpa sadar aku tertidur. Tiba-tiba terdengar ketukan pintu yang membuyarkan tidurku, akupun segera menyingkir dari balik pintu dan membukanya.

“Ngapain kamu dibelakang pintu?” Tanya Gea yang masih memakai mukena biru kesayangannya. Aku melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 09.00. Akupun menarik Gae masuk dan mengunci pintu, “Gea ada yang mau aku ceritain” kataku, lalu aku pun bercerita panjang lebar kepadanya tentang apa yang terjadi.

“Serius mik? kamu nggak salah liat kan?” tanyanya, “Serius! sumpah deh suer!” kataku kepadanya, akupun menunjukkan tangan ku yang memerah terkena air panas. Dengan setengah percaya setengah tidak, Gea pun hanya memperlihatkan ekspresi yang penasaran.

Jam tujuh kurang lima menit, aku masih sarapan dikantin. Tanpa berlama-lama aku hanya memasukkan makanan dari piring dan menelannya tanpa kunyahan sedikitpun. Dalam dua menit sarapan nasi gorengku selesai, hari ini aku tidak akan telat masuk kelas. Sesampainya dikelas, Fanny langsung menghujamkan pertanyaan pertanyaan kepadaku, “Kamu abis liat ya semalam?” bisiknya kepadaku, “liat? liat apa?” aku masih berpikir tentang apa yang dimaksud Fanny. “yang semalem itu loh, aku udah tau kok” katanya, “Pasti dari Gea, iya kan?” kataku dengan penuh curiga, “ehehe ya iyalah” katanya sambil nyengir. “iya sih, aku liat emangnya kenapa?” tanyaku, “kasih tau kronologinya dong” ujarnya agak memelas. “tunggu di balkon belakang pas break time”. Diapun mengangguk lalu kami pergi menuju kelas masing masing.

Break time atau waktu istirahat pun tiba, aku pergi ke balkon belakang dan melihat Fanny yang telah berdiri disana. “Kamu kok penasaran banget sih?” kataku “Pengen tau aja, soalnya..” suaranya semakin mengecil, “memangnya kenapa?” tanyaku, gelagatnya membuatku tambah penasaran. Diapun mendekat dan berbisik “Karena aku juga melihatnya” bisiknya, akupun terkejut dan semakin penasaran. “Aku liat darah di lantai gudang asrama (to be continue)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s