013 (The Shadow) part 3 by Juliah Utami

juliah utami pintuKata-katanya semakin terngiang ditelingaku, ternyata bukan hanya aku saja yang merasakan keganjilan ini, “yaudah, pokoknya jangan sampai hal ini semakin menyebar, kita tidak tahu apa yang terjadi” kataku, “itu mah gampang, gak ada yang tau kok kecuali kita bertiga”kata Fanny, “tapi apakah kamu nggak penasaran?” tambahnya. “penasaran sih, tapi kita kan nggak bisa apa-apa” jawabku. “gimana kalo kita cari tahu?” kata fanny antusias. Aku masih bingung kenapa fanny sesemangat ini. “terserah deh, aku nurut aja” kataku agak sedikit cuek. Bel tanda masuk pun mulai berkoar membuat setiap anak mulai memasuki kelas masing masing,

Aku hanya berfikir kalo fanny itu main-main, dia memang penasaran tapi aku tidak yakin kalau dia berani berbuat nekat. Sepulang sekolah, aku langsung pulang ke asrama dan tidur dan berharap bisa melupakan apa yang aku alami. Beberapa menit kemudian, aku telah terlelap tidur di kasur empuk berselimut tebal.

Aku merasa baru saja terlelap beberapa menit yang lalu sampai suara Fanny membuyarkan mimpiku. Ia membangunkanku untuk segera mendengarkan misi yang telah ia rancang untuk menyelidiki apa yang kami alami, harapanku untuk melupakan hal ini lenyap. Dengan penuh perhatian aku mendengarkan apa yang telah ia rencanakan.

“Ini terlalu ekstrim, aku tidak setuju” kataku kepada fanny. “kenapa? Bukannya kamu juga mau tahu kan?” tanyanya kepadaku “iya, aku memang penasaran dan ingin tahu, tapi nggak gini caranya fan” kataku. “ya terserah, kalo nggak mau ya nggak apa” katanya, tapi diraut wajahnya terlihat sekali dimataku bahwa dia sedang kesal. Akhirnya aku mengiyakan maksud dan misinya yang akan dilakukan tepat malam ini.

Misinya adalah memasuki gudang asrama dimalam hari, katanya supaya kita bisa tahu apa yang terjadi sebenarnya. Dengan membawa senter dan kayu sebagai proteksi untuk berjaga-jaga, kami memasuki gudang dengan pelan pelan. Gudang ini lumayan besar, namun terlihat sangat berantakan dan kotor, Fanny ingin menunjukkanku dimana tempat ia melihat darah namun telah tidak ada, tak lama kemudian kami mendengar suara aneh dan bayangan sesuatu yang bergerak mendekati kami..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s