Ancaman Peyemprot Asap

juliah utami semutSeekor semut bernama Andy pergi memulai patroli seperti biasanya. Ia berjalan mengelilingi dapur yang biasanya menyimpan banyak sekali makanan. Ia mengendap-endap di sudut lemari lalu naik keatasnya. Dari situ ia dapat melihat nampan merah jambu tempat wanita gendut biasanya meletakkan makanannya. Namun, hanya nampan merah jambu kosong yang ia lihat. Matahari sudah berada tepat diatas, biasanya wanita gendut tidak pernah terlambat. Padahal koloninya sangat membutuhkan persedian makanan lebih banyak untuk menghadapi musim dingin karena akan banyak salju yang akan menimbun sarangnya dan mereka tidak akan bisa keluar. Sampai musim dingin selesai dan saljunya mencair. Ia lalu menelusuri lemari tersebut.

Terdengar suara pintu dapur yang terbuka dan seseorang berbadan gendut membawa kue pai dan daging panggang dengan keju mozarela diatasnya, lalu wanita itu meletakkannya diatas nampan merah jambu. Bukannya pergi keataas nampan, andy malah berlari dengan penuh semangat kembali ke sarangnya. Lalu melaporkan hasil patrolinya kepada semut pekerja lainnya barisan panjang semut pun terbentuk dengan Andy berada didepan, ia memimpin komando untuk memulai misi besar sebelum musim salju tiba. Nampan merah jambu sudah di depan mata. Bersama-sama mereka bergotong-royong mengangkat potongan demi potongan kue pai yang masih hangat itu.

Andy memberikan komando kepada barisan panjangnya untuk berjalan sesuai tempo agar mereka tidak bertabrakan satu sama lain. Ditengah perjalanan melewati pekarangan rumah, Andy menemukan seekor tawon tergeletak di tanah tak sadarkan diri. Andy secara spontan mengomandokan barisannya untuk berhenti. Karena terlalu mendadak, barisan terlihat sedikit kacau. Seorang semut pekerja keluar dari barisan dan mendekati Andy, “ada apa ini? Kenapa tiba-tiba berhenti di tengah jalan? Kau tahu ini berbahaya kan..” Ujar jack.

Ini membuat  semut dibarisan menjadi penasaran dengan apa yang mereka permasalahkan. Mereka semua khawatir karena ini adalah termpat terbuka. Bisa saja sebuah mobil parkir disini dan menewaskan ratusan semut pekerja ini. “kita harus membawa tawon yang malang ini” ujar Andy, “untuk apa? Kita kan tidak mengenalnya, lagi pula kita tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak” kata Jack yang tidak setuju terhadap tindak yang akan dilakukan Andy. Perkataan Jack tidak dapat mengubah keputusan Andy untuk menolong tawon tersebut, ia menggunakan kedua tangannya untuk menggotong tawon itu dengan dibantu beberapa semut pekerja lainnya  sambil memberi komando untuk kembali berjalan. Dari pundak Andy, badan tawon itu terasa sangat dingin dan berbau aneh. “Apakah dia keracunan? Kuharap masih bisa tertolong” ujarnya dalam hati.

Kedatangan barisan Andy sangat dinanti-nanti oleh para semut di sarang, namun melihat Andy dan barisannya yang menggotong potongan kue pai dan seekor tawon  membuat koloni menjadi heran. Para semut bertanya-tanya untuk apa Andy membawa lalat yang tidak dikenal itu. Barisan berhenti tepat di depan hadapan sang Ratu, barisan meletakkan barang bawaan dan melaporkan hasil yang akan digunakan untuk sepanjang musim dingin. Ratu terlihat sangat bangga kepada para semut pekerja yang telah melaksanakan pekerjaannya dengan sempurna.

Andy menghadap kepada sang Ratu, “maafkan saya yang mulia Ratu, saya telah membawa sesuatu yang tidak kau perintahkan” kata Andy sambil menundukkan kepalanya. Ratu pun heran dan sedikit terkejut, “memangnya apa yang kau bawa Andy” katanya kepada Andy. Aku membawa seekor tawon yang tergeletak di jalan saat kami hendak pulang ke sarang, aku tahu ini tidak benar, dia bukanlah anggota koloni kita. Seharusnya aku tidak menolongnya, tapi entah mengapa aku sangat kasihan kepadanya” bujuknya kepada sang Ratu. Melihat ketulusan hati Andy, Ratu pun merasa terharu, “baiklah, kau boleh menolongnya sampai dia benar-benar sehat. Namun kau harus janji untuk membiarkannya pergi setelah ia sehat” ujar sang Ratu.

Andy pun  merasa sangat lega, ia mengira bahwa ia akan dihukum atas ketidakpatuhannya. Ia berterimakasih kepada sang Ratu dan membawa si lalat kerumahnya. Ibunya yang sudah menunggunya didepan rumah sempat terkejut dengan apa yang anaknya bawa, namun ia tidak terlihat heran. Ibunya malah membantu si tawon yang tidak sadarkan diri itu untuk berbaring di lantai yang empuk. Andy pun menceritakan segalanya tentang misinya yang pertama kali sebagai pemimpin komando berhasil terselesaikan, tentang pertemuannya dengan tawon dan tentang ia yang meminta izin kepada sang Ratu secara langsung. Ibunya tersenyum dan merasa sangat bangga kepada anak satu-satunya itu. Mereka lalu mengobati luka-luka kecil yang dialami si tawon dan memakaikannya selimut yang lembut.

Keesokan harinya, saat sinar matahari melewati rongga-rongga kecil dinding sarang para semut, si tawon yang malang mulai sadarkan diri. Saat itu, ia merasa kebingungan karena tidak tahu bagaimana dan mengapa dia bisa berada disarang semut yang agak sempit ini. Disampingnya ada remahan permen warna-warni yang mengkilat, “sepertinya ini untukku” ujarnya dalam hati. Ia pun mengambil satu remahan permen yang manis dan lezat. Ia tidak sadar bahwa Ibu Andy melihatnya, “wah, rupanya kau sudah sadar. Aku sampai khawatir karena kamu tidak sadar selama seharian” kata Ibu Andy. Si Tawon  yang masih mengunyah dan memegang remahan permen merasa malu, ia lalu mengembalikannya dan tersenyum sambil menahan malu. “mengapa aku bisa ada disini?” tanya si Tawon kepada Ibu Andy, “kau diselamatkan anakku” kata Ibu Andy. Tiba-tiba Andy datang dengan membawa banyak sekali  gula balok.

Setelah mendengarkan cerita Andy bagaimana ia bisa berada di sarang semut, sekarang giliran Andy menanyakan apa yeng sebenarnya terjadi kapada si Tawon sehingga membuatnya tidak sadarkan diri. Si Tawon yang bernama Ben itu menceritakan semuanya, saat dia sedang sendirian berkeliling melintasi pekarangan, “aku melihat seorang pria berbadan tinggi yang memakai baju serba merah membawa suatu alat yang besar, bentuknya seperti senapan panjangyang sangat keren. Jadi aku mendekat, aku mendengar bahwa mereka akan melakukan sesuatu yang aku tidak tahu pada saat hari pertama salju turun. Mereka akan melakukannya di sekeliling rumah dan juga dilapangan belakang, aku baru mengerti apa yang mereka lakukan setelah menyemprotkan asap tebal yang berbau aneh dari alat yang keren itu kepadaku. Baunya yang aneh membuat sayapku tidak bisa bergerak dan terjatuh ke tanah“ ujarnya. Andy dan Ibunya terkejut, “sebaiknya kalian berhati-hati, karena menurutku rencana yang mereka bicarakan adalah menyemprot sekeliling rumah dan halaman belakang di hari pertama salju turun” tambahnya. Andy dan Ibunya terbelalak, itu berarti sarang dan semua koloninya akan menjadi sasaran alat aneh itu. Ia masih tidak prcaya dengan apa yang Ben katakan. “Apa kau benar-benar serius?” tanya Andy, “tentu saja, aku berhutang nyawa denganmu, bagaimana mungkin aku mau berbohong” ujar Ben dengan wajah yang meyakinkan.

Andy dan Ben segera melaporkan berita ini kepada sang Ratu, walaupun sang Ratu nampak kurang percaya namun ia tetap memnaggil semua pasukan semut penjaga untuk segera bersiap-siap. “Andy, aku melakukan ini karena aku percaya kepadamu. Lakukan sebisamu untuk melindungi koloni dan sarang kita. Jangan sampai kau membuat kepercayaan ku hilang” kata sang Ratu. Mereka pun bersiap bersama semut penjaga lainnya.

Hari yang ditakutkan pun datang, semut penjaga yang berpatroli melihat seorang pria berbaju serba merah membawa alat yang Ben katakan. Para Ibu dan anak-anak dikumpulkan untuk berlindung di dasar sarang. Para semut lainnya berjaga di dalam dan diluar sarang. Suara bising penyemprot semakin terdengar jelas dari sarang menandakan semakin dekatnya ancaman penyemprot asap. Andy yang berada di barisan paling depan memberikan kode kepada Ben, sekarang Pria berbaju merah sudah semakin mendekat. Tanpa rasa takut, barisan paling depan tidak berbalik. Mereka melakukan segalanya untuk melindungi koloni. Asap tebal mulai terlihat, tiba-tiba terlihat segerombolan tawon yang membantu semut di barisan depan. Ben memberikan komando kepada gerombolannya untuk menyerang pria berbaju merah. Para tawon menyengat di wajah, tangan, dan kaki si pria itu hingga ia merasa kesakitan. Alat penyemprotnya pun jatuh dan berhenti mengeluarkan asap. Tidak ketinggalan pula para semut yang menggigiti kaki Pria tersebut, karena merasa kesakitan, Pria tersebut sempat terjatuh lalu berlari sambil berteriak kesakitan.

Sarang dan koloni terselamatkan, semua semut bersorak penuh kemenangan. Namun ada beberapa ekor semut yang terluka karena terkena badan pria pada saat terjatuh. Ratu memberikan selamat kepada Andy dan mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Ben, karena tanpa bantuan para Tawon, sarang para semut dan para koloninya mungkin tidak akan selamat. Lalu mereka semua merayakannya semalaman penuh dengan persediaan makan yang melimpah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s