Time Line part 2

Hari minggu telah tiba, setelah bertemu di tempat yang telah ditentukan akhirnya aku dan Gracia pergi dengan meggunakan angkutan umum. Perjalanan menggunakan angkot memakan waktu sekitar setengah jam, jam menunjukkan pukul 09:15. Disepanjang jalan Gracia hanya diam dan memandangi ponselnya, “tumben gak seceria biasanya” kataku, “nggak ah” katanya sambil tersenyum yang agak memaksa.

Setelah membayar angkot tiga ribu rupiah, akhirnya kami sampai disuatu komplek perumahan. Gracia mengatakan bahwa kita tinggal berjalan kaki melewati tiga lorong, kira-kira sekitar lima menit. Sambil berjalan kaki aku merogoh kantong jeans biruku untuk mengambil ponsel, aku akan memberi tahu @light bahwa tips yang dia berikan telah berhaasil dan membuatku bisa belajar di rumah gracia, karena tanpa ada masukan dari dia mungkin aku akan mengabaikan tugas Bahasa Indonesia ini. Aku mengirimkan DM (Direct Message) kepadanya, dia pun membalas Dmku dan memberikan semangat.

Gracia berhenti tepat didepan rumah berlantai tiga yang berwarna biru muda, begitu megah dan sangat terawat. Terdapat dua satpam yang menjaga di pagar rumah, kami langsung masuk menelusuri taman yang sangat rindang dihiasi bunga bunga lily yang cantik. Kamar Gracia ada di lantai dua, tangga keramik bermotif batik mengantarkanku kedepan kamar berwarna blue sapphire, warna yang sama dengan kamarku. Ketika dia membuka pintu kamarnya, aku terperangah dan langsung berlari tanpa sadar. Aku menunjuk-nunjuk poster yang tertempel di kamarnya “kamu dapat dari mana poster ini? Inikan poster super limited edition! Eh kamu ELF juga ya?” aku langsung menanyakan pertanyaan bertubi-tubi saking antusiasnya.

Akhirnya aku mengetahui persamaan ku dan Gracia, kami adalah K-POPers. Bukannya mengerjakan tugas Bahasa Indonesia, kami malah keasyikan cerita-cerita. Jam 12:15, waktunya makan siang. Gracia mengajakku makan di ruang makan, kami menuruni tangga dan sampai  didapur. Suasananya sangat sepi, hanya ada satu pembantu yang memasakkan makan siang didalam kamar. “Orang tuaku pindah dinas ke Jakarta, karena ribet mondar mandir Jakarta-Bandung, baru kemarin pindahnya, kami cuma bisa ketemu tiga bulan sekali mulai sekarang” ujar Gracia sambil berwajah agak murung. Mugkin itulah membuat Gracia hari ini terlihat kurang semangat.

Seorang cowok jangkung dengan rambut acak-acakan datang disaat kami makan. “oh iya, ini kakakku Andi. Kak ini temanku ….” dia tersenyum lalu masuk kearah dapur. Sesaat tadi aku merasa agak ngeri melihat kakaknya si Gracia, rambut dan baju yang agak kusut membuatnya seperti zombi. Mungkin aku terlalu sering nonton anime akhir-akhir ini. Aku melihat gelang yang dipakai kakak Gracia, aku yakin sekali kalau gelang itu tidak asing bagiku, apakah gelang kakak nya Gracia.. (to be continue ^^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s